Teknologi Budidaya Tembakau

Teknologi Budidaya Tembakau



Sorting dan Grading

Secara umum mutu tembakau sangat dipengaruhi beberapa faktor yaitu genetik, lingkungan, teknik budi daya, posisi daun pada batang, cara panen, dan pengolahannya. Mutu tembakau dapat ditinjau dari aspek fisik, kimia, dan sensori. Aspek fisik meliputi warna, keseragaman, ukuran kerosok (ukuran rajangan), besarnya ibu tulang daun dan tulang daun, ketebalan daun, elastisitas, daya bakar, dan daya mekar (filling-power). Aspek kimia antara lain terdiri atas kadar gula, nikotin, nitrogen, pati, lemak, minyak, jumlah asam menguap (total volatile acid = TVA), sedangkan aspek sensori adalah rasa dan aroma asap tembakau. Di dalam daun tembakau terdapat beberapa komponen kimia yang berpengaruh terhadap mutu tembakau, walaupun para peneliti umumnya masih berbeda pendapat mengenai peran masing-masing komponen kimia tersebut (Mendell et al. 1984). Tso (1972) menyatakan bahwa jumlah komponen kimia tersebut sekitar 400 senyawa. Mutu tembakau selain ditentukan oleh banyaknya komponen kimia yang dikandung, juga ditentukan oleh kombinasi atau persentase komposisi kimia yang terdapat di dalamnya. Saat ini ada kecenderungan mengaitkan mutu tembakau dengan kandungan tar dan nikotin yang ada dalam rokok. Hal ini sehubungan dengan makin banyaknya rokok yang dirancang dengan kadar tar dan nikotin rendah untuk mengurangi bahaya merokok terhadap kesehatan. Tar adalah endapan (condensate) dari asap rokok, setelah dihilangkan bagian nikotin dan airnya (Voges 1984). Tar pada tembakau merupakan sisa pembakaran komponen-komponen seperti selulosa, gula, nitrogen total, lemak, minyak, atau asam organik yang lain, sedangkan pada rokok yang menggunakan saus dimasukkan juga sisa pembakaran saus (licorice atau liquorice) atau bahan lain yang ditambahkan. Mutu tembakau yang memuat informasi kadar tar dan nikotin diharapkan dapat memenuhi kepentingan industri rokok yang akan memproduksi berbagai racikan atau campuran (blend) dengan kadar tar dan nikotin tertentu. Kriteria mutu tembakau yang disusun oleh para ahli terdahulu cukup sulit dimengerti karena terlalu banyaknya faktor yang digunakan sebagai tolok ukur penentuan mutu. Tolok ukur mutu paling utama untuk tembakau adalah rasa dan aroma asap dari rokok yang dihasilkan. Karena tidak semua orang dapat mendeteksi rasa dan aroma, maka rasa dan aroma ditentukan dengan menggunakan unsur fisik antara lain warna dan elastisitas serta senyawa kimia seperti kandungan gula, nikotin, dan lain-lain. Sesuai definisi penilaian mutu tembakau yang telah tersusun sebelumnya, mutu dapat dilihat dari berbagai kepentingan yang semuanya masih dibatasi oleh aspek ekonomi dan perkiraan rasa dan aroma yang diharapkan. Tso (1972) memberi gambaran bahwa mutu tembakau mempunyai pengertian yang relatif, yang dapat berubah karena pengaruh orang, waktu, dan tempat.


Referensi file monograf :


Sortasi dan grading pada tembakau virginia merupakan salah satu upaya untuk memberikan nilai tambah pada usaha tani tembakau, khususnya pada peningkatan nilai jual produk tembakau tersebut. Di satu sisi petani dapat menyajikan produk tembakaunya dalam kelas mutu yang sesuai ketentuan dan di sisi lain pembeli dapat memilih dan membeli tembakau sesuai dengan kebutuhannya. Dengan cara tersebut proses jual beli tembakau dapat lebih transparan karena mutu menjadi lebih tertata. (Hal:146)


Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Sortasi dan Grading Tembakau Virginia dapat diunduh di sini.




Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Mutu Tembakau Madura dapat diunduh di sini.




Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Penilaian dan Penetapan Mutu Tembakau Rajangan Temanggung dapat diunduh di sini.




Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Sortasi dan Grading Tembakau Virginia dapat diunduh di sini.




Bagikan  

Pencarian


Leaflet


Konservasi lahan temanggung
Pembibitan tembakau
Penyakit kerupuk/keriting
Penyakit lanas
×