Teknologi Budidaya Tembakau

Teknologi Budidaya Tembakau



Pengendalian penyakit

Penyakit tanaman muncul akibat adanya serangan patogen yang virulen pada tanaman inang yang rentan, dan lingkungan di sekitar mendukung. Kerugian yang diakibatkan oleh penyakit pada tanaman tembakau cukup signifikan dan sering menyebabkan gagal panen sehingga kerugian yang diderita petani cukup besar. Selain ketiga faktor di atas, kebiasaan petani menanam tembakau bersama atau rotasi dengan tanaman inang serta sistem usaha tani tembakau yang intensif selama bertahun-tahun menyebabkan lingkungan mikro di suatu lahan kondusif bagi berkembangnya suatu penyakit. Berkurangnya keanekaragaman tanaman di suatu lingkungan juga mengakibatkan menurunnya keanekaragaman mikroba sehingga didominasi oleh satu atau dua patogen yang umum menyerang tanaman di lahan tersebut. Di lapangan seringkali dijumpai lebih dari satu macam gejala penyakit, bahkan kadang-kadang bergabung menjadi satu sehingga menyulitkan pengendalian. Ada dua cara pengendalian penyakit yang umum dilakukan, yaitu pencegahan (preventif) dan pengobatan (kuratif). Tindak pencegahan agar tidak terjadi penyakit merupakan tindakan yang bijaksana dan lebih efektif. Sedangkan tindak pengobatan membutuhkan waktu yang relative lama bahkan seringkali gagal karena patogen terlanjur berkembang banyak. Oleh karena itu penting bagi petani untuk memonitor pertumbuhan tanaman tembakaunya. Mengenali gejala awal dan segera melakukan tindak pencegahan berkembang dan menyebarnya penyakit akan sangat efektif mengurangi kerugian. Tindak pencegahan suatu penyakit dilakukan dengan mengintegrasikan komponenkomponen pengendalian secara harmoni dalam seluruh sistem usaha tani agar hasilnya efektif. Dasar pengendalian terpadu antara lain identifikasi penyebab penyakit dengan tepat, dan pengenalan siklus hidup maupun sifat-sifat patogen seperti cara bertahan hidup, cara penularan ataupun penyebaran, inang selain tembakau, dan perkembangan penyakit berhubungan dengan vektor serangga dan sebagainya. Dengan demikian pengendalian penyakit tidak dilakukan pada saat terjadi serangan, tetapi dimulai dengan melakukan kebiasaan- kebiasaan untuk menjaga agar pertumbuhan tembakau sehat dan optimum. Kebiasaan yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya ledakan penyakit sudah harus dimulai sejak persiapan bedengan, seperti: penggunaan benih bersertifikat, sehat dan seragam, sanitasi, pengelolaan lahan, serta monitoring secara periodik. Sedang pencegahan penyakit di lapangan dilakukan dengan rotasi tanaman, pengolahan lahan, pemberian bahan organik, monitoring secara periodik. Pengendalian dengan menggunakan pestisida kimia dilakukan jika kondisi lingkungan sangat mendukung perkembangan penyakit. Kegiatan-kegiatan tersebut di atas merupakan komponen pengendalian yang harus dilaksanakan secara terpadu agar diperoleh pengendalian yang efektif, efisien, dan aman.


Referensi file monograf :


Penyakit tanaman merupakan salah satu faktor pembatas dalam budi daya tanaman, termasuk tembakau virginia. Berbagai penyakit yang disebabkan oleh berbagai macam patogen baik itu jamur, bakteri, virus, maupun nematoda diketahui dapat menyerang tanaman tembakau virginia. Pada prinsipnya, terjadinya penyakit pada suatu tanaman itu akibat adanya interaksi antara patogen yang virulen, tanaman yang rentan, serta kondisi lingkungan yang mendukung bagi perkembangan penyakit (Agrios 1997).


Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Penyakit Tanaman Tembakau Virginia dapat diunduh di sini.



Pengendalian dengan pendekatan ekologi seperti penggunaan benih dan bibit sehat, sanitasi, pengelolaan lahan dengan tepat, pemberian pupuk organik secara teratur, dan rotasi tanaman harus menjadi kebiasaan petani dalam mengelola usaha taninya agar pertumbuhan tembakau sehat. Pengendalian penyakit tembakau virginia akan lebih efektif jika usaha preventif didahulukan dengan menggunakan komponen-komponen pengendalian secara terpadu. Agar pengendalian sesuai target, maka identifikasi penyebab penyakit harus dilakukan sebelum menentukan strategi pengendaliannya. (Hal:123)


Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Pengendalian Penyakit pada Tembakau Virginia dapat diunduh di sini.



Penyakit merupakan salah satu kendala dalam usaha tani tembakau karena pada umumnya dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas hasil tembakau. Namun, pada tembakau madura, penyakit masih belum menimbulkan masalah yang berarti sampai saat ini. Penyakit tanaman biasanya baru menimbulkan masalah apabila terjadi epidemi, sehingga pengendalian yang dilakukan menjadi tidak efektif karena sudah terlambat. (Hal:51)


Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Penyakit Tanaman Tembakau Madura dan Pengendaliannya dapat diunduh di sini.




Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Penyakit Tanaman Tembakau Virginia dan Pengendaliannya dapat diunduh di sini.




Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Penyakit Tanaman Tembakau Temanggung dan Pengendaliannya dapat diunduh di sini.




Bagikan  

Pencarian


Leaflet


Konservasi lahan temanggung
Pembibitan tembakau
Penyakit kerupuk/keriting
Penyakit lanas
×