Teknologi Budidaya Tembakau

Teknologi Budidaya Tembakau



Morfologi dan Biologi

Tembakau termasuk kelompok tumbuhan beracun (night shade). Dalam susunan taksonominya tanaman tembakau termasuk famili Solanaceae dan genus Nicotiana (Ochse et al. 1961). Menurut Goodspeed (1954) dan Smith (1979), genus ini mempunyai tiga subgenus, yaitu: 1. Rustica, mempunyai 3 seksi dengan 9 spesies 2. Tabacum mempunyai 2 seksi dengan 6 spesies 3. Petunioides mempunyai 9 seksi dengan 45 spesies. Karena terjadi gradasi pada spesies tertentu, Wells (1960) mengusulkan revisi jumlah spesies dari 60 menjadi 64. Secara alami spesies-spesies tersebut dijumpai tumbuh liar di Amerika, Australia, dan Pasifik Selatan. Beberapa spesies liar tersebut mempunyai arti penting dalam pemuliaan tanaman. N. glutinosa L. digunakan sebagai sumber ketahanan terhadap penyakit mosaik, N.longiflora Cav. dan N.plumbaginifolia Viv. digunakan sebagai sumber ketahanan terhadap Phytophthora nicotianae (Wernsman dan Matzinger 1980), sedangkan N.debneyi Dom. merupakan sumber ketahanan terhadap Peronopsora tabacina (Clayton1968). N. sanderae dimasukkan dalam kelompok tanaman hortikultura karena memiliki nilai ornamental.


Referensi file monograf :


Pada umumnya semua tembakau (N. tabacum) mempunyai morfologi dan biologi hampir serupa sehingga cukup sulit untuk membedakan antartipe, terutama bagi yang belum mengenal berbagai tipe tembakau. Untuk memberikan gambaran, akan diuraikan morfologi pada bagian-bagian tanaman tembakau virginia. (Hal:3)


Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Morfologi dan Biologi Tembakau Virginia dapat diunduh di sini.




Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Biologi dan Morfologi Tembakau Madura dapat diunduh di sini.




Catatan:

Pembahasan lebih lanjut monograf Biologi Tembakau Temanggung dapat diunduh di sini.




Bagikan  

Pencarian


Leaflet


Konservasi lahan temanggung
Pembibitan tembakau
Penyakit kerupuk/keriting
Penyakit lanas
×